Showing posts with label iPhone. Show all posts
Showing posts with label iPhone. Show all posts

Monday, August 19, 2019

Pameran Art & Diplomacy di Galeri Foto Jurnalistik Antara



Hari itu Jumat, 16 Agustus 2019, saya menyempatkan untuk hadir pada pembukaan pembukaan pameran:
ART & DIPLOMACY
1945-1950
[Foto | Poster | Buku | Surat Kabar | Majalah | Memorabilia | Komik | Mural | Musik | Film]

Pameran ini dipersembahkan oleh Galeri Foto Jurnalistik Antara bekerja sama dengan Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, serta Gandarrana dalam rangka merayakan Kebhinnekaan dalam Menyambut HUT ke-74 Republik Indonesia.
Dibukaan oleh :
Bp. Hilmar Farid @hilmarfarid (Dirjen. Kebudayaan)
Bp. Meidyatama Suryodiningrat (Dirut. Antara)
Gustika Fardani Jusuf @gustikajusuf (Cucu Bung Hatta)

Pameran berlangsung di Galeri Foto Jurnalistik Antara
Jl. Antara No.59, Pasar Baru, Jakarta 10710
T/F:021-3458771

Pameran berlangsung dari tanggal 16 Agustus - 16 September 2019
Acara Gratis dan Terbuka untuk Umum


Jangan lupa untuk hadir di Diskusi & Pemutaran Film Dokumenter : "The Paintings of War: Aggression in The Eyes of Children"
Rabu, 21 Agustus 2019, Pkl. 14.00 WIB
Pembicara :
Mikke Susanto (Kurator Seni)
Agustinus Dwi Nugroho (Sutradara)

Ruang Teater, Lantai 2
Perpustakaan Nasional
Jl. Merdeka Selatan, Jakarta

Shooting Date: 16 Agustus 2019
Camera Model Name: iPhone 6s


Galeri Foto Jurnalistik Antara: Jl. Antara No.59, Pasar Baru, Jakarta


Pembukaan pameran: ART & DIPLOMACY






Tur Pameran yang di-guide oleh bang Oscar Matuloh






















































Mengagumi karya Chairil Anwar










BO: Bang Oscar Matuloh (teman yang selalu sibuk di balik pameran ini)


Gustika Fardani Jusuf @gustikajusuf (Cucu Bung Hatta)




Octa Christy @nirmala.senja (teman yang selalu sibuk)



+Sambodo MSR

Sunday, December 3, 2017

Bajaj Oranye, Apa Kabarmu?



Bajaj oranye, yang selalu membuat penasaran ku akan bentuknya, kemana gerangan mereka mulai menghilang?
Tanpa tersadar perlahan mulai tergantikan oleh bajaj berwarna biru yang katanya lebih ramah lingkungan.

Sore itu di bulan Mei 2016, rasa penasaranku pun bertambah ketika melihat bajaj melintas di depanku sedang menarik menggandeng bajaj yang lain.

Rasa itu menggerakkan kakiku untuk mengejarnya. Ternyata berhenti di tikungan dekat sebuah pangkalan hansip.
Kudekati si abang supir yang terlihat berantakan dan berewokan itu. Ku meminta ijin untuk memoto bajaj tersebut.

Shooting Date: 28.05.2016
Camera Model Name: #iPhone5






Setelah selesai memoto dengan hape, kudekati si abang supir bajaj dan bertanya kenapa gerangan bajaj oranye sudah mulai sedikit jumlahnya.
Bang Brewok, begitu dia dipanggil, menjelaskan bahwa Perda DKI sudah melarang perpanjangan KIR dan ijin operasi mulai bulan Juni 2016. Dan bajaj-bajaj oranye akan dijual dibawa ke suatu tempat untuk dihancurkan.

Mendengar hal ini, ku pun tertarik untuk dapat mengunjungi "kuburan akhir" bajaj oranye ini.
Dan ku pun berjanji di akhir minggu untuk bertemu kembali dengan si Bang Brewok.





Dan Sabtu pagi ku pun bertemu dengan Bang Bewok. Ternyata kita harus ke rumah salah satu juragan bajaj untuk menarik bajaj lainnya. Bang Bewok ternyata mendapat upah untuk jumlah bajaj yang dibawa ke lokasi penghancuran bajaj.








Untuk menutup ongkos jalan dan mendapat hasil yang besar, Bang Bewok menggandeng bajaj menjadi 3 gandengan. Dengan cara melepas ban depan bajaj dan menyangkutkannya ke bajaj yang di depannya. Dan ternyata si Bewok tidak membawa kenek untuk membantu melakukan semua prosesnya. Jadilah aku kenek dadakan yang harus bantu mengangkat depan bajaj atau mendorongnya ketika gandengan bajaj ini mogok di salah satu fly over di rute perjalanan kita.







Ada beberapa lokasi pembongkaran bajaj di Jakarta. Kami menuju ke lokasi yang berada di Jakarta Barat.
Untuk mencapai ke sana kami melalui jalan Casablanca dan mendaki beberapa flyover.

Sesampainya di lokasi "kuburan akhir" bajaj, banyak sekali bajaj yang mengantri untuk "dibantai", dipreteli diambil onderdil dan mesinnya.




















Tidak semua bajaj ternyata dipretelin untuk diambil komponennya. Istilah mereka dikanibal.
Bajaj utuh pun masih ada yang dijual ke kolektor yang ingin menyimpannya di rumah-rumah mereka atau pemilik restauran yang ingin memajangnya di restauran mereka, atau malah di bawa ke daerah untuk menjadi angkutan pertanian di desa.

Sebagian besar bajaj di Jakarta sudah digantikan dengan bajaj biru baru yang lebih ramah lingkungan.

Bajaj oranye, apa kabarmu sekarang?



Di bawah ini beberapa foto dari account Instagram saya Simply Sam, yang difoto menggunakan kamera analog.







+Sambodo MSR